Thursday, May 6, 2010

Cerpen: Perangkap Tikus

0

Sepasang suami dan isteri petani pulang ke rumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan gelagat mereka sambil menggumam
"hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar ?".

Ternyata yang dibeli oleh petani hari adalah sebuah perangkap tikus. Sang tikus langsung panik bukan kepalang. Ia bergegas lari ke sarang dengan rasa takut,
" Ada perangkap tikus di rumah....di rumah. Sekarang ada perangkap tikus...."

Ia pun mengadu kepada ayam dan berteriak,
" Ada perangkap tikus !"

Sang Ayam berkata,
" Tuan Tikus ! Aku turut bersedih tapi ia tak adahubungannya dengan aku."

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak seperti tadi. Sang Kambing pun jawab selamba,
"Aku pun turut bersimpati...tapi tidak ada yang bisa ku perbuat. Lagian perangkap itu tak akan mengenaiku. "

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.
" Maafkan aku. Tapi perangkap tikus itu tidak berbahaya sama sekali bagiku. Takkanlah bisa tubuh sebesar ini masuk perangkap tikus. "


Dengan rasa kecewa ia pun berlari ke hutan menemui Ular. Sang ular berkata
" Eleh eleh engkau ini...Perangkap Tikus yang sekecil itu tak kan pula membahayakan aku."

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah kerana mengetahui ia akan menghadapi bahaya seorang diri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara berdetak perangkap tikusnya berbunyi menandakan umpan sudah mengena.

Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa yang jadi mangsa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang isteri pemilik rumah. Walaupun si Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, akan tetapi isterinya tidak sempat dilepaskan dari bisa ular tersebut. Si suami pun membawa isterinya kerumah sakit.

Beberapa hari kemudian isterinya sudah boleh pulang namun tetap saja demam. Isterinya lalu minta dibuatkan sup cakar ayam oleh suaminya kerana percaya sup cakar ayam dapat mengurangkan demam. Tanpa berfikir panjang si Suami pun dengan segera menyembelih ayamnya untuk dapat membuat sup.

Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda, malah semakin parah. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.Masih juga isterinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Banyak sekali orang datang melawat jenazahnya. Karena rasa sayang suami pada isterinya, tak sampai hati dia melihat orang banyak tak dijamu apa-apa. Tanpa berfikir panjang dia pun menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang berziarah.

Dari kejauhan...
Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan melihat teman2 nya mati satu persatu.
Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

Doa Ketika ditimpa Musibah

Qodarullahi wa ma sya afa'al
Maksudnya: "Allah sudah mentakdirkan (menentukan) sesuatu yang dikehendakinya."

SUATU HARI NANTI....
KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESUSAHAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA...
PIKIRKANLAH SEKALI LAGI !!!!

No Response to "Cerpen: Perangkap Tikus"

Post a Comment